Label:
Cara Ampuh Biar Gacor,
Cara melatih mental petarung,
Informasi Rawatan Burung Kicau,
Teknik Biar Gacor,
Tips Saat Mabung
Stop Penggunaan Antibiotik Pada Ternak Sehat, Ini Bahayanya!
WHO "sangat menganjurkan agar mengurangi penggunaan semua jenis antibiotik yang penting secara medis pada proses beternak hewan-hewan yang dikonsumsi untuk makan, termasuk pembatasan penggunaan antibiotik ini untuk mendorong pertumbuhan dan pencegahan penyakit tanpa diagnosis," kata badan Perserikatan Bangsa-Bangsa tersebut dalam sebuah pernyataan.
Menurut pernyataan WHO, di beberapa negara sekitar 80 persen dari total konsumsi antibiotik penting secara medis digunakan di industri peternakan. Antibiotik biasanya diberikan kepada ternak sehat untuk mencegah agar mereka tidak sakit dan mempercepat pertumbuhannya.
WHO mengatakan penggunaan tersebut harus dihentikan sepenuhnya.
Pada hewan sakit, sedapat mungkin, harus dilakukan tes terlebih dahulu untuk menentukan antibiotik yang paling efektif dan tepat untuk mengobati penyakit spesifik mereka.
Badan Makanan dan Obat-obatan Amerika mengatakan bahwa antibiotik penting secara medis tidak boleh digunakan untuk mendorong pertumbuhan pada hewan.
Di Amerika Serikat, Tyson Foods Inc telah menghentikan penggunaan antibiotik untuk memproduksi ternak ayamnya. Perdue Farms, pesaing, mengatakan bahwa pihaknya telah menghilangkan penggunaan rutin antibiotik pada ternak ayam tahun lalu.
Sanderson Farms Inc, produsen unggas AS terbesar ketiga, adalah satu-satunya produsen ayam AS yang belum membuat komitmen untuk membatasi penggunaan antibiotik penting secara medis. Perusahaan tersebut tidak memberikan komentar langsung pada Selasa.
Title :Bahaya Penggunaan Antibiotik Berlebih Pada TernakPenggunaan antibiotik mendorong perkembangan dan penyebaran bakteri-bakteri super kuat dan infeksi yang resisten terhadap berbagai obat-obatan yang tidak mempan lagi diobati dengan obat-obatan yang dirancang untuk membunuh mereka. Menurut pernyataan WHO, di beberapa negara sekitar 80 persen dari total konsumsi antibiotik penting secara medis digunakan di industri peternakan. Antibiotik biasanya diberikan kepada ternak sehat untuk mencegah agar mereka tidak sakit dan mempercepat pertumbuhannya.Organisasi Kesehatan Dunia mendesak peternak pada Selasa (07/11) berhenti menggunakan antibiotik dalam mendorong pertumbuhan dan mencegah penyakit pada ternak sehat karena praktik itu meningkatkan infeksi bakteri super yang tahan obat-obatan, kepada manusia.
Di Amerika Serikat, Tyson Foods Inc telah menghentikan penggunaan antibiotik untuk memproduksi ternak ayamnya. Perdue Farms, pesaing, mengatakan bahwa pihaknya telah menghilangkan penggunaan rutin antibiotik pada ternak ayam tahun lalu.Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menggambarkan kurangnya antibiotik yang efektif untuk manusia setara dengan “merebaknya wabah penyakit yang mematikan secara mendadak. Dia mengatakan "tindakan yang kuat dan berkelanjutan di semua sektor" sangat penting untuk membalikan kondisi ini dan "menjaga dunia tetap aman".
WHO "sangat menganjurkan agar mengurangi penggunaan semua jenis antibiotik yang penting secara medis pada proses beternak hewan-hewan yang dikonsumsi untuk makan, termasuk pembatasan penggunaan antibiotik ini untuk mendorong pertumbuhan dan pencegahan penyakit tanpa diagnosis," kata badan Perserikatan Bangsa-Bangsa tersebut dalam sebuah pernyataan.
Praktik penggunaan antibiotik dalam hewan ternak bisa memicu terjadinya kebal antibiotik pada manusia yang mengonsumsi daging hewan tersebut. Karena itu pemakaian antibiotik perlu dilakukan secara bijak. Ketua Komite Pengendalian Resistensi Antimikroba ( KPRA) Kementerian Kesehatan RI, dr. Harry Parathon, SpOG mengungkapkan, penularan bakteri resisten dari hewan ternak bisa melalui daging yang dimakan manusia. Jika hewan tersebut sering diberikan antibiotik, maka bisa terdapat residu antibiotik di dagingnya. Ketika di makan manusia, residu antibiotik ikut masuk ke tubuh. Hal ini sama saja dengan konsumsi antibiotik, padahal tidak sedang sakit katena infeksi bakteri.Penggunaan antibiotik mendorong perkembangan dan penyebaran bakteri-bakteri super kuat dan infeksi yang resisten terhadap berbagai obat-obatan yang tidak mempan lagi diobati dengan obat-obatan yang dirancang untuk membunuh mereka.
Menurut pernyataan WHO, di beberapa negara sekitar 80 persen dari total konsumsi antibiotik penting secara medis digunakan di industri peternakan. Antibiotik biasanya diberikan kepada ternak sehat untuk mencegah agar mereka tidak sakit dan mempercepat pertumbuhannya.
WHO mengatakan penggunaan tersebut harus dihentikan sepenuhnya.
Pada hewan sakit, sedapat mungkin, harus dilakukan tes terlebih dahulu untuk menentukan antibiotik yang paling efektif dan tepat untuk mengobati penyakit spesifik mereka.
Sesuai dengan namanya, seharusnya antibiotik hanya boleh digunakan untuk mengatasi penyakit akibat infeksi bakteri. Dalam jangka panjang, penggunaan antibiotik yang berlebihan bisa menyebabkan bakteri bermutasi dan menjadi kebal. Dampak tersebut memang tidak langsung dirasakan manusia. "Di tubuh kita ada bakteri yang mutasi tadi tapi, kita belum jatuh sakit selama kekebalan kita masih bagus. Tapi, misalnya suatu ketika saya kena stroke, bakteri pun mulai berulah,". Selain lewat daging yang dimakan, penularan juga bisa melalui kontak langsung dengan hewan yang mengalami resistensi antimikroba. Bakteri pada hewan yang sudah resistensi antibiotik bisa berpindah ke tubuh manusia. Akibat resistensi antibiotik pun baru terlihat ketika manusia tersebut sedang sakit atau daya tahan tubuhnya menurun. Pemberian antibiotik dalam peternakan seharusnya hanya boleh kepada hewan yang sakit. Itu pun ada obat antibiotik khusus untuk hewan. Faktanya, masih banyak yang memberikan antibiotik kepada hewan untuk meningkatkan pertumbuhan.Pedoman baru WHO "menggambarkan sejauh mana regulator dan produsen makanan besar kita gagal memenuhinya," kata Cameron Harsh, seorang manajer senior untuk kelompok advokasi Amerika, Pusat Keamanan Pangan.
Badan Makanan dan Obat-obatan Amerika mengatakan bahwa antibiotik penting secara medis tidak boleh digunakan untuk mendorong pertumbuhan pada hewan.
Di Amerika Serikat, Tyson Foods Inc telah menghentikan penggunaan antibiotik untuk memproduksi ternak ayamnya. Perdue Farms, pesaing, mengatakan bahwa pihaknya telah menghilangkan penggunaan rutin antibiotik pada ternak ayam tahun lalu.
Sanderson Farms Inc, produsen unggas AS terbesar ketiga, adalah satu-satunya produsen ayam AS yang belum membuat komitmen untuk membatasi penggunaan antibiotik penting secara medis. Perusahaan tersebut tidak memberikan komentar langsung pada Selasa.
Link :Bahaya Penggunaan Antibiotik Berlebih Pada Ternak
